
Hujan deras yang mengguyur wilayah Banten sejak dini hari menyebabkan banjir melanda sejumlah kawasan, termasuk area Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Serang. Akibatnya, sejumlah pasien terpaksa digendong oleh petugas dan keluarga untuk masuk ke lobi rumah sakit, karena genangan air mencapai ketinggian hampir setinggi lutut orang dewasa.
Kondisi ini memaksa petugas medis dan keluarga pasien bekerja sama untuk memindahkan pasien, termasuk yang menggunakan kursi roda, ke area aman agar tetap mendapatkan pelayanan medis tanpa terganggu oleh air yang masuk ke dalam gedung.
Evakuasi Pasien di Tengah Banjir
Seorang petugas RSUD Kota Serang menjelaskan, banjir mulai memasuki halaman rumah sakit sejak pagi dan semakin tinggi menjelang siang.
“Demi nyawa yang harus dijaga, kami mendekap dan menggendong mereka menuju tempat yang lebih aman untuk terus dirawat. Beberapa pasien lansia dan ibu hamil menjadi prioritas,” ujar petugas tersebut.
Selain pasien, sebagian tenaga medis dan pengunjung rumah sakit juga harus menavigasi genangan air untuk masuk dan keluar gedung. Petugas memastikan jalur evakuasi darurat tetap aman dan dapat diakses.
Genangan Air Ganggu Aktivitas Rumah Sakit
Banjir tidak hanya mengganggu mobilitas pasien, tetapi juga aktivitas operasional rumah sakit, terutama layanan rawat jalan dan darurat. Beberapa kendaraan ambulans harus mencari jalur alternatif karena akses masuk utama tergenang.
Pihak RSUD Kota Serang memastikan pelayanan darurat tetap berjalan, meski ada beberapa keterlambatan akibat kondisi banjir. Tim Tuna55 medis terus siaga untuk menangani pasien dengan kondisi kritis.
Imbauan Pemkot dan BPBD Banten
Pemerintah Kota Serang dan BPBD Banten menghimbau masyarakat tetap waspada terhadap banjir susulan, terutama warga yang tinggal di wilayah rawan genangan.
“Warga diharapkan mengikuti informasi terbaru, menghindari perjalanan yang tidak penting, dan tetap memperhatikan keselamatan diri,” ujar juru bicara BPBD Banten.
Upaya Penanganan Banjir
Tim gabungan dari BPBD, Dinas Pekerjaan Umum, dan relawan terus berupaya mengevakuasi warga terdampak serta menormalkan saluran air. Pompa air disiagakan di titik-titik rawan genangan untuk mempercepat surutnya banjir.
Dengan langkah cepat dan koordinasi antar-petugas, diharapkan aktivitas rumah sakit dan mobilitas warga dapat kembali normal secepat mungkin.