Pertandingan Serie A antara Cremonese dan Inter Milan ternodai insiden berbahaya yang langsung menyita perhatian publik. Seorang pendukung tim tamu tertangkap melempar petasan ke arah kiper Cremonese, Emil Audero, yang tengah fokus menjaga gawang.
Petasan tersebut jatuh di dekat Audero dan meledak tepat di sisi kakinya ketika laga masih berlangsung. Ledakan itu memaksa sang penjaga gawang mendapatkan penanganan medis di atas lapangan sebelum pertandingan kembali dilanjutkan.
Walau Audero mampu meneruskan permainan, banyak pihak menilai kejadian tersebut sangat berisiko. Insiden itu disebut berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap keselamatan pemain.
Aksi tidak bertanggung jawab tersebut memicu gelombang kecaman dari berbagai kalangan sepak bola Italia. Aparat keamanan bergerak cepat, hingga akhirnya identitas pelaku berhasil diketahui dan proses hukum pun dimulai.
Pelaku Sampaikan Penyesalan kepada Emil Audero
Pelaku pelemparan diketahui merupakan seorang pemuda berusia 19 tahun. Identitasnya terungkap setelah ia mengalami luka pada dua jari tangan akibat percobaan melempar petasan lain di pertandingan yang sama.
Pemuda tersebut langsung diamankan pihak berwajib tak lama selepas laga berakhir. Kini, ia harus menghadapi ancaman hukuman pidana atas perbuatannya yang dilakukan di dalam stadion.
Di tengah jalannya proses hukum, pelaku menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Dalam keterangannya kepada ANSA yang dikutip Football Italia, ia menyatakan penyesalannya kepada Audero, kedua klub, serta seluruh pencinta sepak bola.
Dampak Hukum dan Sanksi bagi Inter Milan
Kasus ini turut berdampak pada Inter Milan sebagai klub tamu. Manajemen Nerazzurri bahkan mendaftarkan diri sebagai pihak yang dirugikan secara finansial akibat sanksi denda sebesar 50.000 euro dari otoritas liga.
Selain hukuman denda, para pendukung Inter juga menerima sanksi tambahan. Mereka dilarang mendampingi tim kesayangan saat menjalani tiga laga tandang ke markas Sassuolo, Lecce, dan Fiorentina.
Pihak pembela pelaku mengajukan permohonan agar kliennya menjalani tahanan rumah sambil menunggu proses persidangan. Permintaan tersebut didasari pertimbangan usia pelaku serta kondisi psikologisnya.
Pengacara pelaku menjelaskan bahwa tindakan kliennya dilakukan tanpa mempertimbangkan dampak yang mungkin terjadi. Ia menegaskan bahwa pelaku tidak menyadari potensi bahaya ketika kiper berada di dekat area ledakan.
Kondisi Emil Audero Pasca Insiden
Sementara itu, Emil Audero telah memberikan kabar terkait kondisinya. Kiper Timnas Indonesia tersebut memastikan dirinya dalam keadaan baik.
Meski demikian, Audero mengakui masih merasakan efek dari ledakan petasan. Hal itu ia sampaikan melalui sebuah video yang diunggah di akun X resmi Cremonese.
Halo semuanya, ini hanya pesan singkat untuk mengucapkan terima kasih kepada semua yang menanyakan kondisi saya, ujar Audero kepada Tuna55
Saya baik-baik saja, meskipun masih merasakan nyeri hebat di telinga dan sensasi panas di bagian lutut, tambah kiper berdarah Lombok tersebut.