You are currently viewing Perbankan Harus Siap Hadapi Konsumen yang Semakin Selektif

Perbankan Harus Siap Hadapi Konsumen yang Semakin Selektif

Perbankan Harus Siap Hadapi Konsumen yang Semakin Selektif – Perubahan kondisi ekonomi mendorong masyarakat

semakin berhati-hati dalam mengelola keuangan. Menyikapi dinamika tersebut, sektor perbankan dinilai perlu menyesuaikan strategi

dan layanan agar tetap relevan dengan kebutuhan nasabah yang kini lebih selektif dalam mengambil keputusan finansial.

Hadapi Konsumen Perilaku Finansial Berubah, Bank Perlu Adaptif

Communications & Daya Head SMBC Indonesia, Andrie Darusman, menyampaikan bahwa di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok

dan ketidakpastian ekonomi, menjaga stabilitas arus kas menjadi prioritas utama, baik bagi rumah tangga maupun pelaku usaha.

Menurutnya, perubahan perilaku finansial masyarakat tidak hanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi, tetapi juga gaya hidup

dan aktivitas sehari-hari. Karena itu, perbankan dituntut untuk menyesuaikan pendekatan layanan agar tetap sesuai dengan pola hidup nasabah.

SMBC Indonesia juga memandang aspek kesehatan, produktivitas, serta keterlibatan dalam komunitas memiliki peran penting

dalam membentuk kebiasaan keuangan jangka panjang. Kesehatan diposisikan sebagai fondasi produktivitas dan inklusivitas yang berkelanjutan,

di mana ketahanan finansial dan kesehatan individu saling berkaitan dan memperkuat.

Dalam konteks tersebut, SMBC Indonesia melalui layanan digitalnya, Jenius, memperkuat partisipasi dalam kegiatan berbasis komunitas,

salah satunya dengan mendukung Pocari Sweat Run Indonesia 2026.

Keterlibatan ini dimaknai sebagai upaya membangun ekosistem Tuna55 yang mendukung produktivitas,

inklusivitas, serta relasi jangka panjang dengan nasabah dan masyarakat.

Transformasi Digital dan Peran AI di Industri Perbankan

Sejalan dengan perubahan tersebut, SMBC Indonesia menegaskan komitmennya untuk mempercepat transformasi digital

dan menghadirkan inovasi yang berdampak positif serta berkelanjutan. Salah satu wujud nyata dari komitmen ini

adalah penyelenggaraan perdana forum diskusi SMBC Indonesia TechConnect, yang membahas perkembangan tentang teknologi finansial,

inovasi digital, dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di sektor perbankan.

Forum ini menghadirkan para profesional yang memaparkan penerapan perbankan digital dan AI,

serta ditutup dengan sesi demonstrasi penggunaan AI dalam layanan perbankan. Dalam sesi tersebut,

peserta diperkenalkan pada kemampuan Jeni, AI yang berperan sebagai layanan pelanggan untuk merespons keluhan secara cepat

dan akurat, sekaligus menunjukkan potensi AI dalam meningkatkan kualitas pelayanan.

Wakil Direktur Utama SMBC Indonesia, Michellina Laksmi Triwardhany, menyampaikan bahwa AI telah menjadi bagian

dari keseharian dan berkontribusi nyata terhadap peningkatan produktivitas dan efektivitas kerja.

Pandangan tersebut sejalan dengan pernyataan Irzan Raditya, CEO sekaligus Co-Founder Kata.ai, yang menegaskan bahwa AI

sebenarnya sudah lama hadir dalam kehidupan sehari-hari, seperti pada sistem penyaringan dari email dan juga recommendation engine

yang berbasis machine learning.

Irzan menjelaskan bahwa AI sangat relevan bagi industri perbankan yang berbasis data.

Teknologi ini mampu meningkatkan efisiensi operasional, mulai dari pengolahan dokumen,

layanan pelanggan, hingga kepatuhan terhadap regulasi, dengan potensi peningkatan efisiensi proses hingga puluhan persen.

Selain itu, AI berperan penting dalam deteksi penipuan dan pencegahan pencucian uang, sekaligus menekan risiko kesalahan sistem.

Dengan penerapan yang tepat, AI juga dinilai dapat mendorong peningkatan pendapatan perbankan. Secara global, potensi nilai ekonomi dari AI

di sektor perbankan diperkirakan mencapai ratusan juta dolar per tahun. Di Indonesia sendiri,

kontribusi AI terhadap perekonomian Tuna55 diproyeksikan dapat mendorong peningkatan produk domestik bruto

hingga ratusan miliar dolar AS pada 2030.

Leave a Reply