You are currently viewing Bagaimana Emtek Connect 2026 Membawa Brand dari Reach ke Revenue

Bagaimana Emtek Connect 2026 Membawa Brand dari Reach ke Revenue

Bagaimana Emtek Connect 2026 Membawa Brand dari Reach ke Revenue – Melalui ajang Emtek Connect 2026, Emtek Media menegaskan

posisinya sebagai mitra strategis bagi brand dalam mengelola perjalanan konsumen secara menyeluruh

mulai dari membangun kesadaran merek hingga mendorong terjadinya transaksi di tengah perubahan cepat lanskap media dan perilaku audiens.

Dengan menggabungkan kekuatan konten, teknologi, serta pemanfaatan data,

Emtek Media membangun ekosistem terintegrasi yang memungkinkan brand menjangkau audiens secara masif

sekaligus menghadirkan dampak bisnis yang dapat diukur secara konkret.

Emtek Connect 2026 sendiri diselenggarakan pada Jumat, 6 Februari 2026, di The Space, Senayan City, Jakarta.

Forum ini menjadi wadah strategis yang mempertemukan pelaku industri, mitra bisnis, dan pemangku kepentingan

untuk membahas peluang pertumbuhan di era konvergensi media dan digital.

Sejumlah pimpinan Emtek Group dan tokoh industri hadir dalam acara ini, antara lain Adi Sariaatmadja (Chairman of Emtek Media),

Sutanto Hartono (CEO of Emtek Media), Harsiwi Achmad (Programming Director Emtek Media),

Desy Bachir (Head of Strategic Partnerships & Corporate Communications Emtek Media),

David Suwarto (CEO Sinemart), Hermawan Sutanto (Managing Director Vidio),

hingga Jerry Gunawan (Senior Director Brand Marketing Shopee Indonesia).

Perubahan Lanskap Digital dan Kekuatan Konten Lokal

CEO Emtek Media Sutanto Hartono menyoroti pesatnya pertumbuhan penetrasi internet di Indonesia yang mendorong lonjakan konsumsi

konten digital lintas platform. Tren ini berjalan seiring dengan meningkatnya adopsi Connected TV (CTV),

yang semakin memperkuat peran layar televisi dalam ekosistem digital modern.

Kombinasi internet dan CTV menjadikan platform ini sebagai elemen penting dalam strategi distribusi konten

sekaligus kampanye brand lintas kanal. Selain itu, sektor OTT juga menunjukkan kinerja yang kian solid. Secara industri,

jumlah pelanggan berbayar tumbuh sekitar 17 persen, konsumsi konten meningkat hingga 85 persen, dan pendapatan naik sekitar 22 persen.

Di Vidio, keterlibatan pengguna melalui CTV tercatat meningkat 34 persen secara tahunan (YoY),

menandakan semakin kuatnya peran platform digital dalam membangun interaksi yang berkualitas dengan audiens.

Di tengah perubahan pola konsumsi, konten lokal tetap menjadi pilar utama. Sebanyak 94 persen dari 100 program free-to-air

terpopuler masih didominasi produksi dalam negeri. Tren serupa juga terlihat di platform OTT,

di mana sekitar setengah dari 100 judul teratas merupakan konten lokal Indonesia.

Bahkan di Vidio, konsumsi drama pendek orisinal lokal tercatat jauh melampaui konten lisensi internasional.

Dari sisi televisi, empat stasiun Emtek Media SCTV, Indosiar, Mentari, dan Moji mencatatkan pangsa pemirsa gabungan sebesar 42 persen

sepanjang 2025, menegaskan bahwa TV tetap relevan sebagai medium utama untuk menjangkau audiens berskala besar.

Emtek Connect 2026 Dari Kreativitas hingga Konversi Transaksi Digital

Transformasi Emtek Media sebagai social-first media juga terus diperkuat melalui pertumbuhan pengikut dan pelanggan

di berbagai platform digital yang kini mencapai 173 juta akun. Jangkauan ini semakin diperluas lewat kolaborasi dengan

RANS Entertainment yang memiliki lebih dari 163 juta pengikut dan pelanggan.

Menjawab dominasi demografi Gen-Z, Emtek Media secara konsisten menghadirkan konten yang relevan bagi generasi muda,

termasuk melalui drama unggulan seperti Asmara GenZ, Beri Cinta Waktu, dan Merangkai Kisah Indah.

Di ranah hiburan, Dangdut Academy 7 tercatat sebagai program terbesar sepanjang 2025

dan mencetak rating tertinggi untuk ajang pencarian bakat dalam 15 tahun terakhir.

Di tingkat regional, Vidio juga memperkuat posisinya. Media Partner Asia menempatkan Vidio sebagai platform

OTT dengan tingkat engagement tertinggi kedua di Asia Tenggara, meski sebagian besar konsumsi masih berasal dari pasar domestik.

“Kami membuktikan bahwa konten Emtek mampu beresonansi kuat di televisi, digital & OTT,

media sosial, hingga Connected TV. Ini menjadi fondasi penting untuk mempertahankan kepemimpinan kami ke depan,” ujar Sutanto Hartono.

Sejalan dengan itu, Desy Bachir menekankan bahwa kreativitas di era produksi berskala besar tidak lagi hanya soal ide,

melainkan sistem yang mampu menghasilkan konten secara cepat, efisien, dan konsisten.

Melalui pendekatan One to Infinite, Emtek Media memanfaatkan teknologi, virtual production, dan kecerdasan buatan (AI)

untuk mengembangkan satu produksi ke berbagai format, durasi, dan bahasa tanpa mengorbankan kualitas.

Sementara itu, Managing Director Vidio Hermawan Sutanto menjelaskan strategi konversi audiens menjadi transaksi digital.

Ekosistem Vidio memungkinkan perjalanan pengguna dari konsumsi konten hingga transaksi berlangsung lebih cepat

melalui fitur premium, pay-per-view, virtual gift, dan micropayment. Integrasi dengan mitra e-commerce

menjadikan konten sebagai pintu masuk langsung ke pembelian.

“Kami telah membangun ekosistem agar para audiens nantinya dapat untuk bertransaksi secara natural tanpa ada

yang mengganggu dalam pengalaman dalam menonton. Inilah kekuatan integrasi konten, teknologi, dan commerce di Vidio,” kata Hermawan.

Melalui Emtek Connect 2026, Emtek Media menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi antara konten,

teknologi, dan data guna membantu brand memaksimalkan potensi audiens, meningkatkan efektivitas kampanye,

serta mendorong pertumbuhan bisnis Tuna55 yang berkelanjutan.

Leave a Reply