
PT Lippo Malls Indonesia (LMI) kembali memperluas jejaknya sebagai salah satu pengelola pusat perbelanjaan
terbesar di Indonesia dengan penambahan portofolio terbarunya di Lampung. Dengan langkah strategis tersebut,
total pusat perbelanjaan yang dikelola oleh LMI kini mencapai 70 lokasi yang tersebar di 18 provinsi
dan 37 kota di Indonesia.
Ekspansi Strategis Lippo Malls Indonesia: Masuk ke Lampung
Langkah terbaru yang dilakukan LMI adalah pengelolaan Grand Mall Lampung, sebuah mal yang dianggap memiliki
nilai strategis tinggi karena lokasinya di pusat kota Bandar Lampung dan terintegrasi dengan kawasan mixed-use development.
Kerja sama ini dilakukan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara pihak pengembang setempat, PT Sinar Laut Lampung
Permai, dan manajemen LMI.
Grand Mall Lampung menjadi pusat perbelanjaan ke-70 dalam portofolio LMI, sekaligus kali pertama LMI secara resmi
mengelola aset mal di provinsi Lampung. Pusat perbelanjaan ini menempati area seluas sekitar 25.000 meter persegi Net
Leasable Area (NLA) dan secara resmi dibuka pada November 2025. Selain sebagai tempat belanja, Grand Mall Lampung
juga difungsikan sebagai pusat gaya hidup, hiburan, serta ruang interaksi sosial bagi masyarakat setempat.
Mengapa Lampung? Potensi Strategis yang Menjanjikan
Lampung dipilih sebagai lokasi ekspansi karena beberapa faktor strategis. Provinsi ini dikenal sebagai jalur utama penghubung
antara Pulau Sumatera dengan Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni. Selain itu, pertumbuhan ekonomi dan konsumsi masyarakat di
Lampung semakin meningkat seiring dengan perkembangan infrastruktur dan investasi di Sumatera. Kondisi ini menjadikan
Lampung pasar potensial bagi bisnis ritel dan pusat perbelanjaan modern.
Dengan pengalaman LMI dalam mengelola mal di berbagai wilayah di Indonesia, harapannya Grand Mall Lampung dapat menjadi
destinasi belanja unggulan di provinsi ini, tak hanya untuk warga lokal tetapi juga pengunjung dari daerah sekitar, termasuk wisatawan domestik.
Portofolio 70 Pusat Perbelanjaan: Kekuatan LMI di Indonesia
Portofolio yang kini mencakup 70 pusat perbelanjaan menunjukkan posisi dominan LMI dalam industri ritel di Tanah Air.
Mal-mal yang berada dalam jaringan LMI tersebar luas di berbagai kota besar hingga menengah, memberikan keberagaman
pilihan bagi masyarakat Tuna55 dan pelaku usaha untuk berekspansi.
Sebagai operator mal, LMI dikenal menggabungkan berbagai elemen seperti ritel, hiburan, kuliner, serta ruang komunitas
dalam satu payung pengelolaan. Pendekatan ini bertujuan menciptakan pengalaman berbelanja yang tidak hanya transaksional,
tetapi juga bersifat rekreatif dan sosial.
Manfaat dan Dampak bagi Komunitas Lokal
Pengelolaan mal yang baik dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal. Dengan hadirnya Grand Mall Lampung diharapkan dapat:
- Mendorong pertumbuhan usaha lokal melalui peluang bagi tenant-tenant UMKM untuk bergabung.
- Meningkatkan lapangan kerja bagi warga setempat, baik di sektor ritel maupun layanan mal.
- Menghadirkan ruang publik yang modern, aman, dan nyaman untuk keluarga dan komunitas.
Masuknya Grand Mall Lampung ke dalam jaringan Lippo Malls Indonesia menandai fase baru dalam sejarah pertumbuhan
LMI sebagai pengelola mal terbesar di Indonesia. Dengan total 70 pusat perbelanjaan yang dikelola, LMI tidak hanya memperkuat
posisi bisnisnya tetapi juga berkontribusi pada pengembangan ekonomi lokal di berbagai wilayah, termasuk Lampung.